Sijago Merah Di Ruko The Bali House Denpasar Akibat Bahan Kimia, Kerugian Kisaran Rp4 M

  • Whatsapp
Sijago Merah Di Ruko The Bali House Denpasar Akibat Bahan Kimia, Kerugian Kisaran Rp4 M
Sijago Merah Di Ruko The Bali House Denpasar Akibat Bahan Kimia, Kerugian Kisaran Rp4 M

SG iNC, DENPASAR – Suara ledakan yang terdengar saat terjadinya kebakaran di Ruko The Bali House, Jalan Mahendradatta Denpasar disebabkan oleh sambaran api ke cairan bahan kimia.

Sementara itu besarnya kobaran api juga disebabkan oleh banyaknya kardus-kardus yang berada di dalam gudang tempat penyimpanan.

Bacaan Lainnya

Regu Damkar BPBD dari semua Pos di Denpasar mengarah ke lokasi dibantu 1 unit dari Damkar Badung untuk mengatasi kebakaran.

Berkat kesigapan petugas Damkar, api yang sudah membumbung besar itu tidak sampai merembet ke bangunan lain di sebelahnya meskipun saling berhimpitan antara bangunan saru dengan bangunan lainnya.

Komandan Regu Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, Gung Aji Sujendra mengatakan pihaknya mengatur strategi sistem Kalajengking untuk upaya pemadaman kali ini.

Saat kepulan asap mulai muncul, ruko dalam kondisi sudah tertutup dan terkunci. Petugas Damkar harus menjebol pintu menggunakan linggis.

“Kondisi toko sudah tutup jam operasionalnya. Kami gunakan strategi kalajengking, petugas dikerahkan dari segala arah. Dari bawah, samping atas dan dari arah rumah warga. Dengan begitu kobaran api tidak merembet ke bagian bangunan lainnya,” ujar Sujendra saat dijumpai Tribun Bali di lokasi kebakaran.

“Ada 4 wadah berisi cairan bahan kimia yang menimbulkan suara ledakan tadi, dan banyak kardus-kardus di gudang yang menyebabkan api cepat membesar serta bahan-bahan lain yang mudah terbakar,” jabarnya.

Regu Damkar membutuhkan waktu hingga 2 jam untuk memadamkan api dan melakukan pendinginan agar memastikan tidak ada lagi sumber api yang muncul.

Sujendra menerangkan penyebab kebakaran diperkirakan diakibatkan hubungan pendek arus listrik.

“Untuk penyebab dugaan awalnya korsleting listrik,” sebutnya.

Sementara itu, seorang saksi, Ibu Tegar (46) pedagang menerangkan, bahwa pada pukul 19.00 wita, ia berada di dalam warung mendengar ada orang teriak minta tolong.

Saat keluar ia melihat 2 orang, laki dan perempuan pemilik toko bergelantungan di tembok depan toko sambil berteriak minta tolong.

Beberapa saat kemudian ia melihat yang perempuan melompat ke atas canopi yang terbuat dari seng yang ada di depan toko dan disusul oleh yang laki – laki.

Sementara itu asap tebal mengepul dari dalam toko.

Selanjutnya kedua orang tersebut ditolong oleh warga dan mobil yang parkir di depan toko didorong keluar oleh warga.

Sepasang suami istri pemilik ruko tersebut terluka akibat musibah kebakaran itu.

Kebakaran ditangani oleh Regu Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar.

Dari semua pos mengerahkan unitnya serta dibantu 1 unit Damkar Badung.

“Korban luka ada 2 orang suami istri pemilik Ruko The Bali House,” ujar Sekretaris BPBD Denpasar Ardy Ganggas kepada Tribun Bali.

Sepasang suami istri itu terluka akibat terjatuh.

Korban kemudian mendapat penanganan dari petugas ambulans PMI Denpasar dan Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Denpasar yang sudah bersiaga di lokasi.

Dari laporan masuk sekitar pukul 19.15 Wita, Regu Damkar dengan sigap sudah tiba pukul 19.25 Wita dan segera melakukan pemadaman api.

Ardy menjelaskan dari luas tanah sekitar 5 are ada sekitar 2 are bangunan dilahap si jago merah.

Terpisah, Kasubbag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi menerangkan, dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik dan kerugian ditaksir miliaran rupiah.

“Jumlah kerugian yang diderita oleh korban kurang lebih Rp4.000.000.000,- ,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran melanda sebuah toko yang menjual peralatan rumah tangga, furniture dan elektronik di Jalan Mahendradatta, Denpasar, Bali, Minggu 21 Maret 2021 malam sekitar pukul 19.30 Wita.

Pantauan Tribun Bali, sedikitnya 5 unit pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mengarah ke lokasi untuk berupaya memadamkan amukan si jago merah.

Mulanya muncul kepulan asap, dan tiba-tiba api besar membumbung dari bagian dalam toko menyembur ke atas hingga keluar dari atap toko tersebut.

Terdengar pula suara ledakan – ledakan kecil dari dalam toko yang diperkirakan sudah dalam kondisi tutup jam operasionalnya itu.

“Dari tadi belum kelihatan apinya, tiba-tiba malah keluar apinya gede terlihat dari sini, sepertinya toko sudah tutup dari sore tadi,” ujar Nita warga yang berada di lokasi kejadian. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *