Kisah Dian Febriani, 1 Satunya Jaksa Wanita Di Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang

  • Whatsapp
Kisah Dian Febriani, 1 Satunya Jaksa Wanita Di Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang
Kisah Dian Febriani, 1 Satunya Jaksa Wanita Di Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang

SG iNC, PALEMBANG Ada banyak ragam profesi yang ada di Indonesia.

Diantaranya yakni aparatur penegak hukum.

Bacaan Lainnya

Jika mendengar kata aparatur penegak hukum, mungkin yang terlintas yang pertama kali di pikiran kita adalah Polisi atau pun TNI.

Namun selain polisi dan TNI, salah satu profesi yang berkaitan dengan hukum juga ada yang namanya Jaksa.

Jaksa sendiri merupakan pegawai pemerintah dalam bidang hukum yang bertugas menyampaikan dakwaan di dalam proses pengadilan terhadap orang yang diduga telah melanggar hukum.

Kali ini Sripoku.com, mencoba mewawancarai salah seorang jaksa wanita di Kejaksaan Negeri Palembang, yakni Dian Febriani SH.

Ada banyak bagian di dalam Kejaksaan Negeri, mulai dari Tindak Pidana Umum, Tindak Pidana Khusus, bagian Inteligen, dan masih banyak yang lainnya lagi.

 

 

Dian Febriani SH merupakan satu-satunya Jaksa wanita di Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Palembang.

Wanita kelahiran Palembang, 19 Februari 1986 ini sering kali berurusan dengan tindak pidana, terlebih pada perkara-perkara Korupsi.

Ditemui oleh Sripoku.com, wanita yang akrab dipanggil Dian ini tidak segan membagian kisah perjalanan karirnya sebagai seorang Jaksa.

Dian Febriani merupakan Kasubsi Upaya Hukum Luar Biasa dan Eksekusi Pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang.

Dimana Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang, saat ini dijabat oleh Dede M Yasin SH MH.

Dian sendiri mejabat sebagai Kasubsi Upaya Hukum Luar Biasa dan Eksekusi Pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang.

“Hukum bukanlah mata kuliah utama yang saya pilih saat di bangku kuliah. Tapi Allah ternyata memilihkan jalan saya untuk menjadi seorang jaksa,” ujar Dian dengan ramah pada Sripoku.com, Sabtu (20/3/2021).

Menjadi seorang jaksa tidak terfikir sebelumnya oleh Dian saat masih muda.

Karena saat itu ia juga tertarik dengan bidang Teknik Sipil.

Saat akan memasuki bangku kuliah Dian mengatakan dirinya belum menekuni pilihan hukum, dan lebih memilih untuk menggeluti jurusan Teknik Sipil.

“Tapi setelah ngobrol dengan orang tua, yang juga kebetulan ibu juga seorang jaksa, maka saya pun akhirnya mencoba mengikuti saran orang tua dan mengambil kuliah hukum,” cerita Dian.

Dian yang besar dalam lingkungan keluarga yang hampir semua berprofesi sebagai seorang aparatur hukum, tidak membuat perjalanan karirnya menjadi mudah.

Dian juga merasakan bagaimana rasanya gagal saat mengikuti test.

“Saya ini pernah ikut tes jadi calon hakim tapi gagal. Jadi jaksa juga, saat test pertama saya juga tidak lulus,” cerita Dian sambil tertawa.

Wanita yang hobi bernyanyi ini mengatakan jika dirinya baru lulus menjadi calon jaksa setelah mengikuti test yang kedua kalinya.

Dinyatakan lulus sebagai calon jaksa, pertama kali bertugas sebagai calon jaksa Dian ditempatkan di Kejaksaan Negeri Arga Makmur Bengkulu Utara, kurang lebih selama 2 tahun terhitung dari tahun 2009 hingga tahun 2011.

Selanjutnya, beberapa jabatan pun di duduki oleh Dian, yang membuat dirinya terpaksa berpindah-pindah Kota untuk menjalani profesi nya tersebut.

Riwayat Perjalanan Karir :

-CPNS-PNS sebagai Calon Jaksa, bertugas di Kejaksaan Negeri Arga Makmur Bengkulu Utara (tahun 2009-2011)

-Sekretaris,Kejaksaan Negeri Palembang (tahun 2011-2014)

-Jaksa Fungsional pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (tahun 2015-tahun 2016)

-Kasubsi Upaya Hukum Luar Biasa dan Eksekusi Pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang (tahun 2016- sekarang)

 

Berkecimpung di dunia kejaksaan selama 12 tahun membuat wanita yang ternyata istri dari seorang petugas kepolisian RI ini banyak menerima penghargaan atas prestasinya.

Antara lain tanda jasa/prestasi yang pernah ia peroleh:

– Perwakilan Pelatihan Investigating Corruption in infrastructure projects and prosecurement yang diselenggarakan oleh USAID/United States Agency tahun 2019.

-Penerima Beasiswa S2 Eka Tjipta Foundation (Sinar Mas) tahun 2020.

Dian Febriani SH, merupakan alumni lulusan beberapa sekolah di Kota Palembang, dirinya merupakan lulusan SD Muhammadiyah 5 Palembang, SMP Negeri 6 Palembang, SMA Negeri 15 Palembang, Lulusan Universitas Sriwijaya Fakultas Hukum, dan saat ini tengah menjalani pendidikan Pascasarjana, Magister Hukum Universitas Sriwijaya.

Selain menjalankan tugasnya sebagai Jaksa di Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Palembang, Dian Febriani SH juga tidak melupakan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu di keluarganya.

Dian menikah dengan seorang laki-laki bernama M Imam Mubin SH MM yang merupakan anggota kepolisian dari satuan Kepolisian Polsek Gandus Palembang.

Dirinya dikaruniai 3 orang anak yakni, Kenzie Praditya Mubin, berusia 10 tahun, Kanisya Putri Mubin, berusia 8 tahun, dan Kalista Putri Mubin, yang berusia 2 tahun.

Bagi Dian, keluarga merupakan rumah tempat ia pulang.

Keluarga merupakan suport sistem yang membuatnya selalu mampu melewati setiap kesulitan dalam pekerjaan.

Wanita yang juga memiliki hobi berwisata kuliner ini, selalu menghabiskan waktubliburnya bersama anak dan suami tercinta.

“Entah hanya sekedar jalan-jalan atau makan di luar, saya selalu menyediakan waktu untuk suami terlebih anak-anak,” ujar Dian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *